,,,Wilujeung Sumping,,,Selamat Datang,,,,Welcome,,,Banner generated at Pimp-My-Profile.com

Blog EntryCek, Jangan-Jangan Anda SUDAH GILAApr 19, '08 11:53 AM
for everyone
Anda Mau Jadi Begini?
Anda Mau Jadi Begini?
EH, KAMU MAU jadi orang gila nggak? Beneran, gila yang benar-benar gila. Soalnya, kalau di Jakarta kan orang sering stress, kemungkinan untuk jadi gila tuh besar loh. Tidak percaya? Hati-hati ya...

ADA banyak cerita mengenai depresi yang kemudian mengundang gangguan jiwa. Bila ditanya darimana datangnya depresi, tentunya kita akan menjawab datangnya dari otak manusia sebagai sumber munculnya gangguan jiwa.sebab dari sinilah timbul perasaan gembira, bahagia, sedih, sakit hati, dan tertekan. Otak adalah alat yang mengadakan interpretasi terhadap dunia luar bila manusia berada dalam keadaan sadar.

Sigmund Freud (1856-1939) berpendapat, depresi adalah rasa permusuhan terhadap dunia luar yang kemudian berakibat balik pada diri yang bersangkutan.

Menurut ahli jiwa terkemuka, Thomas Holmes, bila seseorang mengalami stres bertubi-tubi dalam waktu relatif singkat, besar kemungkinannya ia akan menderita depresi. Penyebab utama depresi pada umumnya adalah rasa kecewa dan kehilangan. Tak ada orang yang mengalami depresi bila kenyataan hidupnya sesuai dengan keinginan dan harapannya. Depresi juga muncul karena gangguan hormonal dalam tubuh. Terjadinya gangguan pada kelenjar thyroid dan hormon-hormon seks juga dapat menyebabkan depresi.

Adapula yang mengartikan bahwa depresi termasuk dalam salah satu gangguan jiwa, yaitu gangguan suasana perasaan. Depresi terbagi dalam beberapa jenis, yaitu episode depresi, gangguan depresi berulang dan gangguan depresi menetap. Itu baru sebagian dari 99 jenis gangguan jiwa dan perilaku.

Stres sendiri belum bisa dikelompokkan sebagai salah satu gangguan penyakit jiwa. Namun ia adalah pencetus atau gejala yang bisa menyebabkan sakit jiwa. Seperti dua sisi bertolak belakang, stres sendiri bisa berbentuk negatif dan positif. Ini jelas karena dalam kehidupan memang harus ada stress, artinya ada perubahan, ada dinamika. Jika kita mampu mengatasinya, stres bisa mendorong kita berbuat lebih baik. Tetapi, kalau tidak bisa akan merusak.

Masalahnya tinggal bagaimana cara menghadapi stres atau ketegangan adalah itu sendiri. Caranya sederhana, yakni dengan menjalani kehidupan apa adanya. Berpikirlah objektif dan rasional terhadap setiap persoalan yang dihadapi, singkirkan prasangka-prasangka yang kerap membuat sisi subjektif menonjol. Berpikirlah selalu dalam konteks realitas.

Jika yakin bisa mengtasi masalah yang terjadi, dengan keimanan yang kokoh dan berpikir objektif dan positif (positif thinking), gangguan penyakit jiwa bisa dihindari.

Yang pasti, tidak ada salahnya jka ingin berkonsultasi dengan pskiater atau tidak usah sungkan mendatangi rumah sakit jiwa untuk mengetahui lebih awal apa yang terjadi pada diri kita. Tentunya untuk memastikan apakah kesehatan jiwa kita terganggu atau tidak. Tanpa sedikitpun berpikir bahwa datang ke rumah sakit atau konsultasi dengan psikater hanya dilakukan orang gila. Banyak jenis gangguan jiwa tersebut, baik ringan, sedang atau berat.

annilasyiva wrote on Apr 20
ehmm..
berarti ada ya gila yang tak disadari ;D
3legiowner wrote on Apr 20
gpp lagh ... yg penting sehat badan ...
org gila khan ga pernah dpt penyakit yg aneh2 ...
n' ttp sehat ...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help